Showing posts with label Debian. Show all posts
Showing posts with label Debian. Show all posts

Panduan Instalasi LEMP ( Linux, E-Nginx, MariaDB, PHP ) di Debian 8.6


Assalamualaikum Wr.Wb


Kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai cara instalasi panduan instalasi LEMP ( Linux, E-Nginx, MariaDB, PHP ) di debian 8.6

A. Pengertian
     - LEMP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux, E-Nginx, MySQL dan PHP merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas untuk web server yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi berbasis web.

B. Latar Belakang
     Saya ingin mencoba web server berbasis E-Nginx dimana dalam beberapa blog membahas Nginx lebih dianggap responsive ketimbang Apache dan juga memiliki lebih banyak kelebihan.

C. Maksud dan Tujuan
     Dapat menginstall LEMP dengan baik dan benar serta memahami kelebihan dan kekurangannya dibanding Apache Web Server.

D. Alat dan Bahan
  • Koneksi Internet
  • Laptop / PC ( Untuk Remote ) ( Debian based OS )
  • Debian Server ( already installed )
E. Tahap Pelaksanaan

1. Silahkan remote debian dahulu menggunakan ssh lewat terminal, kemudian masuk sebagai super user, dan ketikkan perintah untuk update dan upgrade dengan perintah # apt-get update && apt-get upgrade

2. Selanjutnya silahkan install mariadb-server dan mariadb-client dengan mengetikkan perintah # apt-get install mariadb-server mariadb-client

3. Selanjutnya silahkan beri password untuk root pada MariaDB, dan klik OK.

4. Kemudian silahkan ulangi password tadi, untuk mencegah adanya kesalahan.

5. Setelah itu silahkan install nginx dengan perintah # apt-get install nginx

6. Kemudian silahkan start nginx service dengan perintah # systemctl start nginx.service lalu tunggu beberapa saat hingga nginx terinstall.

7. Setelah itu silahkan ketikkan ifconfig untuk melihat ip pada eth0.

8. Setelah itu silahkan buka web browser dan ketikkan ip eth0 tadi pada url browser untuk mengetahui apakah nginx sudah terinstall dengan baik atau belum.

9. Selanjutnya silahkan install paket PHP5-FPM agar php5 dapat bekerja dengan baik di nginx dengan mengetikkan perintah # apt-get install php5-fpm

10.



11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.




24.

25.

26.


27.

28.

29.

30.

F. Kesimpulan
    Instalasi LEMP sebenarnya hampir sama dengan instalasi LAMP, akan tetapi apabila kita kurang teliti, maka biasanya akan terjadi error sehingga diperlukan ketelitian saat menginstal LEMP terutama pada E-Nginx Web Server.

G. Referensi

- https://www.unixmen.com/how-to-install-lemp-stack-on-debian-8/
- https://www.howtoforge.com/tutorial/installing-nginx-with-php-fpm-and-mariadb-lemp-on-debian-jessie/

Konfigurasi DHCP Server Pada Debian 8.6



Assalamualaikum Wr.Wb


Kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai cara konfigurasi DHCP server pada debian 8.6

A. Pengertian
     DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client atau server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian IP address kepada semua komputer secara otomatis.

B. Latar Belakang
     Latar belakang kenapa saya menggunakan DHCP server untuk memberikan IP address otomatis kepada client karena ketika kita mempunyai jumlah client yang sangat banyak, tentunya akan sangat merepotkan ketika kita memberikan IP address secara manual. Maka dari itu saya menggunakan DHCP server.

C. Maksud dan Tujuan
     Dapat menginstall DHCP server dengan benar sehingga mempermudah dalam mengalokasikan atau memberikan IP secara otomatis kepada client.

D. Alat dan Bahan
  • Koneksi Internet
  • Debian 8.6 (Installed)
E. Tahap Pelaksanaan

Note : Silahkan anda remote debian terlebih dahulu menggunakan ssh lewat terminal, caranya dapat dilihat disini

1. Yang pertama silahkan install paket dhcp server terlebih dahulu dengan mengetikkan perintah # apt-get install isc-dhcp-server

2. Kemudian silahkan konfigurasi dhcp server-nya dengan perintah # nano /etc/dhcp/dhcp.conf





3. Jika sudah carilah kata dengan menekan CTRL+W kemudian ketikkan A slightly different lalu enter. Selanjutnya hapuslah tanda pagar (#) dari subnet sampai kata max-leases. Isikanlah subnet, netmask, range nya sesuai prefix yang anda pakai. Isi juga broadcast, dns name, dan dns search sesuaikan dengan server anda. Kemudian silahkan save dengan menekan CTRL+X kemudian tekan Y lalu Enter.



4. Kemudian aturlah port ethernet yang akan dibuat sebagai ethernet untuk DHCP, untuk melakukanya ketikan perintah # nano /etc/default/isc-dhcp-server silahkan isi sesuai dengan rencana topologi anda sebelumnya. Misal saya atur ethernetnya di eth1 seperti gambar dibawah ini. Kemudian silahkan save dengan menekan CTRL+X kemudian tekan Y lalu Enter.




5. Kemudian silahkan start DHCP servernya dengan perintah # /etc/init.d/isc-dhcp-server start
Jika berhasil maka akan muncul info seperti gambar dibawah ini.

6. Untuk mengecek kembali, silahkan ethernet yang diatur DHCP tancapkan ke PC Client menggunakan kabel UTP, kemudian dari PC clientnya cobalah ping Gateway nya, lalu IP Debian nya, kemudian ping google untuk memastikan PC Client mendapatkan akses internet.

F. Kesimpulan
    Jika kita menggunakan DHCP server tentunya akan mempermudah kita dalam pemberian IP address secara otomatis apabila jumlah client terlampau sangat banyak.

G. Referensi

- https://wiki.debian.org/DHCP_Server
- http://203.130.243.185/data/eBook%20TKJ/Buku%20Konfigurasi%20Debian%20Server_Ver_BLC-Telkom.pdf

Konfigurasi PPPoE Client Pada Debian Router


Assalamualaikum Wr.Wb


Kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai cara konfigurasi PPPoE client pada debian router.

A. Pengertian
     PPPoE ( Point to Point Protocol over Ethernet ) yang merupakan protokol dalam jaringan untuk menghubungkan komunikasi antara dua buah titik jaringan atau dua buah port ethernet dengan model tunneling (terowongan) dan juga sebagai virtual dial-up dalam jaringan.

B. Latar Belakang
     Agar komunikasi antara dua buah titik jaringan atau dua buah port ethernet dengan model tunneling (terowongan) dan sebagai virtual dial-up dalam jaringan ke Debian Router.

C. Maksud dan Tujuan
     Dapat menyambungkan PPPoE ke debian router sebagai hostnya dengan benar.

D. Alat dan Bahan
  • Koneksi Internet
  • Debian Router
E. Tahap Pelaksanaan

1. Yang pertama kita dapat meremote debian router terlebih dahulu menggunakan ssh, caranya dapat dilihat disini. Selanjutnya silahkan install paket pppoeconf dengan perintah # apt-get install pppoeconf seperti gambar dibawah ini.

2. Setelah paket terinstall, silahkan ketikkan pppoeconf untuk mengatur koneksi pppoe dengan pppoeconf yang telah diinstall tadi dengan perintah # pppoeconf


3. Selanjutnya aplikasi pppoeconf akan melakukan scaning terhadap port ethernet yang terhubung ke pppoe pada debian routernya.

4. Selanjutnya akan muncul pertanyaan continue with configuration, silahkan anda pilih Yes.

5. Selanjutnya silahkan pilih Yes.

6. Kemudian masukanlah username PPPoE Client yang akan disambungkan sebagai sumber internet nanti ke debian router.

7. Kemudian silahkan masukkan password username PPPoE tadi, lalu pilih OK.

8. Untuk Use Peer DNS silahkan pilih Yes, agar nanti PPPoE Client mendapatkan pengaturan yang sama seperti di PPPoE Server nya. Dan ini default-nya juga direkomendasikan.


9. Supaya akses MSS tidak limit, silahkan pilih No.

10. Lalu akan muncul pemberitahuan bahwa pppd sudah selesai dikonfigurasi dan koneksi akan dimulai saat reboot, pilih Yes.

11. Akan ada pilihan lagi apakah anda akan memulai koneksi sekarang juga ? Disini saya memilih Yes.

12. Selanjutnya akan muncul pemberitahuan bahwa koneksi PPPoE telah tersambung kemudian klik OK. Anda dapat mengecek status interface yang terhubung PPPoE dengan perintah # ip addr show ppp0

F. Kesimpulan
    Konfigurasi PPPoE client dalam menghubungkan host ke suatu jaringan, membuat koneksi dan data menjadi aman. Dikarenakan setiap koneksi akan dienkripsi saat dikirim oleh protokol PPPoE dan akan didekripsi ketika telah sampai tujuan.

G. Referensi

- https://wiki.debian.org/PPPoE