Showing posts with label Server. Show all posts
Showing posts with label Server. Show all posts

Cara Instalasi CentOS 7.2 di Proxmox



Assalamualaikum Wr.Wb


Kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai cara instalasi sistem operasi berbasis linux yaitu CentOS pada Proxmox.

A. Pengertian
     CentOS (Community ENTerprise Operating System) adalah sebuah distribusi linux sebagai bentuk dari usaha untuk menyediakan platform komputasi berkelas enterprise yang memiliki kompatibilitas kode biner sepenuhnya dengan kode sumber yang menjadi induknya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL).

B. Latar Belakang
     Latar belakang kenapa saya ingin menginstall OS CentOS untuk server adalah long life nya yang lama seperti debian dan tentunya dengan begitu service support nya pun akan berlangsung lama, disamping ingin mencoba distro dengan induk RHEL namun dengan dukungan komunitas.

C. Maksud dan Tujuan
     Dapat mengetahui cara instalasi CentOS 7.2 di Proxmox.

D. Alat dan Bahan
  • Koneksi Internet
  • Server (Proxmox Installed)
  • Laptop (Sebagai Remote)
  • ISO CentOS 7.2
E. Tahap Pelaksanaan

1. Silahkan anda buat VM terlebih dahulu di proxmox, caranya dapat anda lihat disini dan juga pastikan anda sudah mengupload iso dvdnya terlebih dahulu.

2. Kemudian klik start dan silahkan selanjutnya klik console. Maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah silahkan klik Install CentOS 7.





2. Selanjutnya anda akan diminta untuk memilih bahasa. Disini saya biarkan default dan sedikit catatan di proxmox tombol next tidak terlihat sehingga anda harus jeli dan menggunakan tab.

3. Selanjutnya anda diminta memasukkan data yang dibutuhkan proxmox untuk proses instalasi.

4. Silahkan pilih date & time, saya memilih asia dan jakarta.

5. Kemudian anda diminta untuk memilih partisi yang akan diinstall

6.Selanjutnya silahkan atur network dan hostname. Silahkan edit eth0 isikan IP, netmask, dan gateway yang telah anda buat sebelumnya di mikrotik. Kemudian save.

7. Kemudian klik Done.


8. Selanjtnya silahkan isikan root password.

9. Selanjutnya silahkan buat user sekaligus berikan password.
 
10. Tunggu proses penginstalan selesai.


11. Jika proses penginstalan telah selesai maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah. Dan silahkan klik reboot.

12. Kemudian saat boot loader silahkan pilih CentOS linux saja, biasanya berada paling atas.

13. Inilah tampilan awal CentOS, yang telah berhasil diinstall di Proxmox.



F. Kesimpulan
     Instalasi CentOS di proxmox ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran karena beberapa tombol tidak terlihat di proxmox.

G. Referensi

- https://www.howtoforge.com/tutorial/centos-7-minimal-server/

- Semoga Bermanfaat -

Pengenalan Firewall dan Iptables

Hasil gambar untuk Firewall

Firewall ?

      Sekarang ini di era digital firewall dalam suatu jaringan komputer digunakan untuk mengisolasi jaringan dan hosts kita dari bahaya yang ada pada tetangga kita. Firewall melindungi kita dari pemakaian resource jaringan kita tanpa authorisasi oleh entitas dari luar. Sederhananya jika anda memasang firewall, maka anda akan dilindungi dari apa yang terjadi diluar anda. Dan firewall juga membantu anda melindungi dan menjaga apa yang terjadi didalam jangan sampai keluar.


Iptables ?

      Iptables merpakan suatu tools dalam siistem operasi linux yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan filter/penyaringan terhadap lalu lintas data/traffic.Secara sederhana digambarkan sebagai pengatur lalu lintas data.Dengan Iptables inilah kita akan mengatur semua lalu lintas dalam komputer kita, baik yang masuk ke komputer, keluar dari komputer, ataupun traffic yang hanya sekedar melewati komputer kita.

      Dengan kemampuan tools Iptables ini, kita bisa melakukan banyak hal dengan Iptables, yang paling penting adalah bahwa dengan Iptables ini kita bisa membuat aturan (rule) untuk aturan lalu lintas data.Aturan aturan itu dapat mencakup banyak hal, seperti besar data yang boleh lewat, jenis peket/datagram yang dapat diterima mengatur traffic berdasarkan asal dan tujuan data, forwarding, nat, redirecting, pengelolaan port, dan firewall.

Membahas prinsip dasar firewall Iptables, mengelola akses internet berdasarkan alamat IP, port aplikasi dan MAC Address, Firewall Iptables packet filtering memlki 3 aturan (policy), yaitu:

- INPUT

Mengatur paket data yang memasuki firewall dari arah internet maupun ke internet.Kita bisa mengelola komputr mana saja yang bisa mngakses firewall, misal hanya IP 192.168.10.2 yang bisa mengakses ke SSH yang lain tidak.

- OUTPUT

Mengatur paket data yang keluar dari firewall ke arah internet maupun ke internet.Biasanya output tidak diset, karena dapat membatasi kemampan firewall itu sendiri.

- FORWARD

Mengatur paket data yang melintasi firewall dari arah internet ke internet maupun sebaliknya.Policy forward banyak dipakai saat ini untuk mengatur koneksi internet berdasarkan port, MAC address dan IP address.


     Selain aturan (policy) firewall Iptables juga mempunyai parameter yang disebut TARGET, yaitu status yang menentukan koneksi di Iptables diiznkan lewat atau tidak.TARGET tersebut ada tiga macam yaitu:

- ACCEPT

Akses diterima dan diizinkan melewati firewall.

- REJECT

Akses ditolak, koneksi dari komputer client yang melewati firewall langsung terputus, biasanya akan muncul pesan "Connection Refused".Target Reject tidak menghabiskan bandwidth  internet karena akses langsung ditolak, Reject ini berbeda dengan Drop.

- DROP

Akses diterima tetapi paket data langsung dibuang oleh kernel, sehingga pengguna tidak mengetahui kalau koneksi dibatasi oleh firewall, pengguna melihat bahwa seakan seakan server yang dihubungi mengalami permasalahan teknis.Pada koneksi internet yang sibuk dengan traffic tinggi Target Drop sebaiknya jangan digunakan terlebih dahulu.


- Semoga Bermanfaat -

Panduan Instalasi LEMP ( Linux, E-Nginx, MariaDB, PHP ) di Debian 8.6


Assalamualaikum Wr.Wb


Kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai cara instalasi panduan instalasi LEMP ( Linux, E-Nginx, MariaDB, PHP ) di debian 8.6

A. Pengertian
     - LEMP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux, E-Nginx, MySQL dan PHP merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas untuk web server yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi berbasis web.

B. Latar Belakang
     Saya ingin mencoba web server berbasis E-Nginx dimana dalam beberapa blog membahas Nginx lebih dianggap responsive ketimbang Apache dan juga memiliki lebih banyak kelebihan.

C. Maksud dan Tujuan
     Dapat menginstall LEMP dengan baik dan benar serta memahami kelebihan dan kekurangannya dibanding Apache Web Server.

D. Alat dan Bahan
  • Koneksi Internet
  • Laptop / PC ( Untuk Remote ) ( Debian based OS )
  • Debian Server ( already installed )
E. Tahap Pelaksanaan

1. Silahkan remote debian dahulu menggunakan ssh lewat terminal, kemudian masuk sebagai super user, dan ketikkan perintah untuk update dan upgrade dengan perintah # apt-get update && apt-get upgrade

2. Selanjutnya silahkan install mariadb-server dan mariadb-client dengan mengetikkan perintah # apt-get install mariadb-server mariadb-client

3. Selanjutnya silahkan beri password untuk root pada MariaDB, dan klik OK.

4. Kemudian silahkan ulangi password tadi, untuk mencegah adanya kesalahan.

5. Setelah itu silahkan install nginx dengan perintah # apt-get install nginx

6. Kemudian silahkan start nginx service dengan perintah # systemctl start nginx.service lalu tunggu beberapa saat hingga nginx terinstall.

7. Setelah itu silahkan ketikkan ifconfig untuk melihat ip pada eth0.

8. Setelah itu silahkan buka web browser dan ketikkan ip eth0 tadi pada url browser untuk mengetahui apakah nginx sudah terinstall dengan baik atau belum.

9. Selanjutnya silahkan install paket PHP5-FPM agar php5 dapat bekerja dengan baik di nginx dengan mengetikkan perintah # apt-get install php5-fpm

10.



11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.




24.

25.

26.


27.

28.

29.

30.

F. Kesimpulan
    Instalasi LEMP sebenarnya hampir sama dengan instalasi LAMP, akan tetapi apabila kita kurang teliti, maka biasanya akan terjadi error sehingga diperlukan ketelitian saat menginstal LEMP terutama pada E-Nginx Web Server.

G. Referensi

- https://www.unixmen.com/how-to-install-lemp-stack-on-debian-8/
- https://www.howtoforge.com/tutorial/installing-nginx-with-php-fpm-and-mariadb-lemp-on-debian-jessie/

Cara Instalasi dan Konfigurasi KVM (Virtualisasi) di Debian 8.6


Assalamualaikum Wr.Wb

Kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai cara instalasi dan konfigurasi KVM di debian 8.6

A. Pengertian
     KVM (Kernel-based Virtual Machine) adalah virtualisasi infrastruktur untuk kernel linux yang mengubahnya menjadi sebuah hypervisor , yang bergabung ke dalam kernel utama Linux. KVM membutuhkan prosesor dengan ekstensi virtualisasi hardware. KVM juga telah porting ke FreeBSD dan Illumos dalam bentuk modul kernel loadable.Aplikasi ini sama halnya seperti VirtualBox.

B. Latar Belakang
     Dapat menginstall OS lain yang didukung

C. Maksud dan Tujuan
     Dapat menginstall VM di KVM dan dapat menggunakannya.

D. Alat dan Bahan
  • Debian 8.x ( already installed )
  • Koneksi internet

E. Tahap Pelaksanaan

1. Silahkan remote debian lewat terminal menggunakan ssh, caranya disini


2. Yang pertama silahkan periksa tipe prosesor dengan cara memasukan perintah ' arch '

3. Memeriksa jumlah core atau banyaknya VM yang bisa dibuat dengan memasukkan perintah ' egrep -c '(svm|vmx)' /proc/cpuinfo '

4. Silahkan install aplikasi KVM dan dependencies-nya dengan perintah ' apt-get install qemu-kvm libvirt-bin virtinst bridge-utils '

5. Setelah installasi paket aplikase KVM anda harus meng-enable kan vhost_net dengan perintah-perintah sebagai berikut :
# modprobe vhost_net
# lsmod | grep vhost
# echo vhost_net >> /etc/modules

6. Lalu silahkan backup file interfaces terlebih dahulu untuk mengantisipasi apabila ada kesalahan dengan perintah ' cp /etc/network/interfaces /etc/network/interfaces.bak '

7. Lalu silahkan edit file interfaces dengan perintah ' nano /etc/network/interfaces '

8. Lalu anda harus mem-bridge eth anda menjadi br0 dengan konfigurasi seperti berikut jika konfigurasi awal eth anda seperti gambar dibawah ini maka ubah menjadi konfigurasi yang ada dibawahnya :
iface eth0 inet manual
iface br0 inet static
address 192.168.137.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.137.0
broadcast 192.168.137.255
gateway 192.168.137.1
dns-nameservers 192.168.137.2 192.168.137.1
dns-search smk.net
bridge_ports eth0
bridge_stp off
auto br0

9. Lalu silahkan reboot debian, dengan perintah ' reboot '


10. Lalu setelah itu silahkan ketikkan perintah ' ifconfig ' untuk mengetahui konfigurasi ethernetnya. Maka akan terlihat ethernet baru br0

11. Lalu silahkan buat direktori pool dengan mengetikkan perintah ' mkdir -p /var/www/kvm/images '

12. Lalu silahkan ketikkan # virt-install --name debian8 --ram 1024 --disk path=/var/kvm/images/debian8.img,size=8 --vcpus 1 --os-type linux --os-variant debianwheezy --network bridge=br0 --graphics none --console pty,target_type=serial --location 'http://kambing.ui.ac.id/debian/dists/jessie/main/installer-amd64/' --extra-args 'console=ttyS0,115200n8 serial'
Keterangan:
a) virt-install berarti aplikasi yang kita gunakan secara cli untuk membuat VM (virtual machine)
b) -n adalah nama VM yang kita akan buat
c) -r adalah kapasitas ram yang akan digunakan VM
d) -f adalah lokasi virtual harddisk dari VM
e) -s adalah ukuran disk yang digunakan VM
f) --vcups adalah banyak cpu virtual yang akan digunakan
g) --os-type adalah veri OS dari VM
h) --network adalah network yang digunakan VM
i) --location adalah lokasi instalasi di mana file installer khusus KVM

13. Lalu silahkan lakukan instalasi debian seperti biasa dengan mode CLI.


F. Kesimpulan
    Instalasi dan konfigurasi KVM pada debian server adalah seperti menginstall aplikasi virtualisasi versi CLI.

G. Referensi

- Buku Konfigurasi Debian Versi BLC Telkom
- https://www.server-world.info/en/